menu

Senin, 10 Desember 2012

---Jika Bukan Kita, Siapa Lagi..?---

Sudah pada zalibnya manusia adalah lumbung dari kesalahan. Dengan alih-alih “tidak ada manusia yang sempurna”, manusia seolah-olah membuat paradigma berpikir baru. Manusia berbuat dosa itu wajar. Sehingga tidak heran jika kenyataannya sekarang, manusia yang seharusnya diorientasikan sebagai khalifah di muka bumi, hidup dengan moral yang limit mendekati kerusakan. Namun yang lebih memprihatinkan, masih banyak mata memandang keadaan ini ‘biasa’ saja. Padahal telah banyak tersebar dengan luas peringatan-peringatan senada perintah bagi kita untuk lebih peka terhadap permasalahan yang ada. Lalu dimana sebenarnya letak kesalahan manusia yang berkontribusi besar terhadap keadaan moral dunia?

Aku dan Dia..Masih tak saling bicara :o


Ternyata masih sama seperti tiga bulan yang lalu. Mungkin satu tahun yang lalu lebih tepatnya. Saat perdebatan sedikit demi sedikit menghiasi pertemananku dengannya. Dia masih dingin. Kami masih enggan untuk menyapa satu sama lain. Aku kagok dibuatnya. Kata-kata yang sudah ku persiapkan untuknya tiba-tiba hilang. Entah kata-kata itu ataukah keberanianku yang hilang tak tau kemana. Yang pasti yang sangat ku ingat, aku tak mampu menyapanya. Apakah dia juga merasa demikian? Aku tahu dia sebenarnya ingin bicara. Tatapan itu ku kenal. Hanya saja kata sapaan yang ku harapkan keluar dari mulutnya tak muncul. Harapanku sirna. Apakah dia lupa hanya untuk sekedar menyapa? Atau memang kehilangan kata layaknya apa yang kurasa? Semua jadi samar-samar lagi. Tak ada penjelasan yang berarti. Aku rindu jokes nya yang membuat hidup suasana.

Senin, 19 November 2012

"Kekalahan"

Goresan  tinta ini ku jatuhkan pada lembaran kertas saat ku mengingat sakitnya “kekalahan”. Bukan sebuah kekalahan, tapi untuk beberapa kali “kekalahan”. Aku menangis. Menangis dan mengadu pada Tuhan Yang Maha Adil. Hanya itu yang slalu bisa kulakukan setelah ku tahu bahwa “kalah” menjadi statusku saat itu.

Rinduku pada Mereka


Mereka yang ku cinta..
Mereka yang ku sayang..
Mereka yang ku puji..
Takkan rela sedetikpun membuatku lupa pada mereka..
Ibu, Bapak, Adik-adikku, Nenekku..Almarhum Kakekku...
Semua keluarga dirumah..
Aku rindu....
Rasa rindu ini akan terus ada.
Aku hanya bisa menguranginya sesaat saja..
Tuhan..kirimkan salam rinduku untuk mereka,,
Aku tau, mereka pasti selalu mendo'akanku disini.
Aku akan berjuang Pak, Bu..
Aku akan pulang membawa kebahagiaan..
Membawa senyuman..
PASTI!!!
Air mata yang sekarang jatuh...adalah air mata Rinduku pada kalian..
Sekarang, di kamar yang sedang sepi penghuni ini, jujur, aku tak bisa lagi membendung semua rasa rindu ini. Aku ingin bertemu kalian..memeluk kalian, mencium pipi kalian..dan mengatakan..
AKU CINTA KALIAN..AKU SANGAT MENYAYANGI KALIAN..

Rabu, 10 Oktober 2012

7 HABITS itu SESUATU

Testimoni awal..
Seven Habits itu..SESUATU BANGET! Suatu kehormatan bagi saya, Mahasiswa Baru ITB yang diberikan kesempatan untuk membungkus hampir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan 7 Habits ini dalam sebuah tulisan. Secara tidak langsung, telah memberi kesempatan pula bagi saya untuk mengingat seberapa besarkah pengaruh materi 7 Habits terhadap keseharian saya. Sangat besarkah? Hanya besarkah? Atau tidak terlalu besar? Atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali? Nah penerapan inilah yang akan menjadi tolak ukur untuk memastikan seberapa besar perubahan-perubahan positif yang saya alami selama mengaplikasikan 7 Habits. Terlebih sebagai mahasiswa baru, tantangan terbesar yang saya hadapi adalah mengendalikan keinginan untuk bisa menjadi “semuanya”. Karena saya masih labil dan tujuan masih berubah-ubah.  Terkadang saya ingin menjadi semua. Saya ingin terlibat dalam semua hal. Dan disaat tertentu memang keberanian itu muncul. Namun tidak jarang juga keberanian itu dikalahkan ketakutan, takut terbengkalai, dsb...
Satu kalimat bijak yang saya kutip dari Albert Einstein “suatu masalah penting yang kita hadapi tidak bisa diselesaikan dengan level pemikiran yang sama seperti kala kita memunculkan masalah itu.”
...