menu

Selasa, 12 Februari 2013

Ketika BINTANG Membuatku Terjaga


Bahkan mentaripun tau bahwa kantukku akan terganggu oleh sinarnya. Hingga rasa kantuk hebat yang kurasa sejak tadi, dipaksa tenggelam. Agar aku tidak tertidur dalam ruangan ini. Terima kasih mentari. Kau tidak hanya menghangatkan ragaku, kau pun menghancurkan rasa kantukku.
Namun aku tersadar. Ada hal lain selain mentari. Dan rupanya aku juga harus berterima kasih pada BINTANG. Karena mendengar kata itu dibahas, mataku seolah terjaga dari tidur panjangnya. Yang terpikir dibenakku: Ada apa dengan bintang?
Mengapa tiba-tiba bintang? Haruskah bintang selalu dibahas? Bintang yang mana yang sedang menjadi bayangan semua kepala bernyawa di kelasku?? Dan tanda tanya lainnya. Hingga saat kumembuka mata, dihadapanku telah terpajang sebuah bintang. LCD itu menampilkan banyak gambar yang belakangan ini dosenku mengatakan, itu jagad raya dan sesuatu yang bersinar itu bernama BINTANG.
Oh BINTANG..BINTANG..
Aku tak peduli materi yang sedang dibahas apa, karena kupikir sangat abstrak, hanya membuat migran kepala dan kram perut. Sudah kubayangkan bagaimana rasanya. Yang kutau pasti, iru sangat membosankan. Sains memang menarik, hanya saja aku sedang malas mendengar banyak teori yang belum pasti kebenarannya. Apalagi yang menyangkut Agama..o.O
Sains dan Agama.
Ada yang bilang sains dan Agama tidak bisa dipisahkan, namun banyak pula yang beranggapan bahwa sains dan Agama tidak boleh disatukan. Kepercayaan versus fakta, itu konteks yang berbeda.
Helloouu..apa lagi itu. Kenapa sains tidak mau dikaitkan dengan Agama?? Entahlah. Meski sebenarnya ada jutaan pertanyaan yang tersangkut di otakku, aku lebih memilih diam dan hanya mendengarkan dosenku berkata apa. Ingin rasanya kudebatkan dengan pengetahuan yang kumiliki. Namun sekali lagi. Aku memilih diam. Diam bukan berarti pasrah dan percaya bergitu saja. Aku diam dengan ribuan tanda tanya. Karena aku sadar, pengetahuanku hanya seujung kuku. Atau setetes air di samudra, atau mungkin hanya sepersekian mili embun yang ada di bumi.
Yang kutahu pasti hanyalah:
Beliau mengatakan BINTANG. Kurasa mendengar kata BINTANG saja cukup jauh lebih baik untukku daripada teori-teori itu..^_^

*ditulis pada hari Senin tanggal 21 Januari 2013, saat kuliah KPIP, GKU Barat 9134  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar