Libuurrr,liburrr
kuliah, tapi berangkat ke kampus masih belum libur, dan kurasa tidak akan libur
sebelum aku lulus dari kampus ganesha ini. Sekarang aku hanya sedang
mencorat-coret lembaran putih, agar ternoda dengan tulisan-tulisan tak jelasku.
Bingung harus bagaimana. Hujan lebat mengguyur kota Kembang sore ini. jadwal ke
kampusku terpaksa ditunda beberapa menit hingga hujan sedikit reda. Bukannya aku
takut untuk menerjang hujan, hanya saja aku berpikir. Tujuanku pergi ke kampus
untuk menjaga pertandingan, mengamankan pemain yang jatuh di arena. Kalau aku
sendiri tidak aman, bagaimana mungkin bisa mengamankan orang lain. Sedikit mengingat
prinsip MEDIK:
Amankan
penolong dulu, baru amankan korban.
Oh
Tuhan, tapi kenapa hujan yang Engkau turunkan disaat aku ingin melangkahkan
kaki keluar begitu lebatnya? Tidakkah Engkau mengijinkanku pergi? Di meja
belajarku yang tak pernah rapih ini, aku hanya bisa merenung. Menanti hujan
lekas reda, sambil menggoyangkan tinta pena. Ah ini memang bukan pertama
kalinya kualami. Namun aku yakin, Allah Maha Mengetahui. Pasti semua ada
hikmahNya, yang belum kuketahui apa. Lagipula pertandingan belum tentu berjalan
kalau hujan seperti ini.
Hmm..menunggu
hujan reda seperti menunggu pelangi muncul. Atau menunggu bintang terlihat. Karena
mereka ada namun terkadang tak terlihat. Tidak seperti fatamorgana, yang
terlihat tapi sebenarnya tidak ada. Ah sungguh, hidup ini memang indah. Hujan,
pelangi, mentari, semuanya berwarna. Dan itulah kenapa aku suka membahasnya. Semua
yang ada di Bumi, yang diciptakan Tuhan untuk makhluknya memang sangat memukau.
Mereka semua menyimpan banyak misteri yang memang Allah berikan. Agar kita
berusaha mempelajarinya dan menyibak sesuatu yang ada di dalamnya. Hingga manusia
tersadar dengan sendirinya. Bahwa ciptaan Allah sungguh mengagumkan. Yang tak
cukup untuk hanya dibilang WOW..
*ditulis
pada hari Selasa tanggal 22 Januari 2013.
Ketika
sendirian di kamar Asrama dan di luar hujan LEBAT..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar