Bahkan
mentaripun tau bahwa kantukku akan terganggu oleh sinarnya. Hingga rasa kantuk
hebat yang kurasa sejak tadi, dipaksa tenggelam. Agar aku tidak tertidur dalam
ruangan ini. Terima kasih mentari. Kau tidak hanya menghangatkan ragaku, kau
pun menghancurkan rasa kantukku.
Namun
aku tersadar. Ada hal lain selain mentari. Dan rupanya aku juga harus berterima
kasih pada BINTANG. Karena mendengar kata itu dibahas, mataku seolah terjaga
dari tidur panjangnya. Yang terpikir dibenakku: Ada apa dengan bintang?

